Gagal ginjal kronis (GGK) adalah kondisi ketika fungsi ginjal menurun secara bertahap dan permanen hingga tidak mampu lagi menyaring limbah, elektrolit, dan cairan berlebih dalam darah. Ini bukan penyakit yang muncul tiba-tiba—ia berkembang secara perlahan selama bertahun-tahun dan kerap tak disadari karena gejalanya samar di awal.
Ginjal yang rusak parah akan menyebabkan penumpukan racun di tubuh, mengganggu keseimbangan cairan, tekanan darah, hingga menyebabkan anemia dan penyakit jantung. Di Indonesia, jumlah penderita GGK meningkat drastis, sebagian besar akibat komplikasi dari diabetes dan hipertensi yang tidak terkontrol.
Gejala GGK meliputi:
- Mudah lelah, mual, kehilangan nafsu makan.
- Pembengkakan pada kaki dan wajah.
- Gangguan tidur dan konsentrasi.
- Urin berbusa atau perubahan frekuensi buang air kecil.
Saat memasuki stadium akhir, penderita harus menjalani hemodialisis (cuci darah) secara rutin atau transplantasi ginjal untuk bertahan hidup.
Sayangnya, biaya perawatan sangat besar, dan akses layanan cuci darah tidak merata di Indonesia. Oleh karena itu, pencegahan adalah segalanya: kontrol tekanan darah dan gula darah, pola makan sehat rendah garam dan protein berlebihan, serta deteksi dini melalui pemeriksaan fungsi ginjal.